BUTON, BUTONSATU.com -  Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Buton sepanjang tahun 2021 telah melebihi target yang sudah ditetapkan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Buton Drs. La Ode Aeta melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembukuan dan Pelaporan Hasim ST, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/7/2021).

Hasim menyampaikan, awalnya target PAD Kabupaten Buton tahun 2021 sebesar Rp13.158.000.000. Namun, setelah dirinci dari bulan Januari hingga Juni 2021 sudah mencapai Rp20.711.722.098.

"Alhamdulillah, sampai bulan Juni ini realisasi anggaran pendapatan daerah sudah melebihi target yang telah ditetapkan," ungkap Hasim.

Capaian tersebut, lanjut Hasim, diperoleh dari hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan (dana bagi hasil-red) dari Bank Sultra tahun 2020 sebesar Rp9,6 milyar.

"Ini yang bikin meningkat pendapatan asli daerah Kabupaten Buton tahun ini," katanya.

"Selebihnya itu dari lain-lain PAD yang sah disitu didalamnya termaksud jaminan kesehatan nasional (JKN), terus sisanya itu masuk retribusi dan pajak," tambahnya.

Meski nilai target tahun ini jauh lebih tinggi dari yang ditentukan, Hasim optimis, hingga akhir tahun 2021 ini bisa mendapatkan Rp30 milyar.

"Mudah-mudahan hingga akhir tahun nanti bisa mencapai Rp30 milyar," harapnya.