BUTON, BUTONSATU.com -  Perpustakaan Daerah Kabupaten Buton kini telah memiliki gedung baru yang berada di lingkungan Eks Kantor Bupati Buton, Jalan 25, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Berada di dalam lingkungan Eks Kantor Bupati Buton, bangunan berlantai tiga nan mewah dan modern ini menjadi lokasi yang strategis untuk dikunjungi.

Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Buton, Ramli Adia, S.Kom., M.Si melalui Kabid Perpustakaan Daerah Kabupaten Buton Jusmin, S.IP mengatakan bahwa kini perpustakaan daerah telah membuka jam layanan untuk masyarakat umum.

"Layanan perpustakaan untuk masyarakat umum sudah aktif, saat ini memiliki 14.000 eksemplar buku dengan kurang lebih 9.000 judul buku yang tersedia," kata Jusmin saat ditemui di Gedung Perpustakaan, Rabu (22/6/2022).

Lebih lanjut Jusmin mengungkapkan, jumlah bahan bacaan (koleksi) buku yang tersedia di perpustakaan daerah sudah cukup memadai bagi kalangan anak sekolah, mahasiswa dan masyarakat umum.

"Mulai dari buku referensi ensiklopedia, buku-buku ilmu terapan, buku-buku anak, buku-buku tentang agama, bahasa Indonesia, sejarah, biografi, hukum, politik, buku-buku ilmu pasti, ilmu sosial, semuanya ada disini," paparnya.

Selain itu, terdapat pula fasilitas meeting room, ruang aula, ruang permainan anak, ruang baca anak, ruang mushola, ruang menyusui, dan ruangan-ruangan bimtek lainnya yang dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi para pengunjung.

"Sekarang perpustakaan daerah ini bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat dan kita gratiskan untuk masyarakat dengan syarat isi buku pengunjung," tuturnya.

Hanya saja jelas Jusmin, semua jenis buku di perpustakaan daerah sudah terklasifikasi, namun kekurangannya belum tersistematis dengan baik karena masih menggunakan sistem operasi manual.

Jusmin berharap, dengan adanya perpustakaan modern ini dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat seperti kegiatan FGD, seminar, sosialisasi dan kegiatan-kegiatan pendidikan lainnya.

"Pesan saya terhadap masyarakat, marilah kita manfaatkan fasilitas pemerintah yang sudah ada ini. Marilah kita tumbuh kembangkan budaya menulis dan membaca menjadi warisan yang akan terus dilahirkan oleh setiap generasi dan tulisannya bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.